Alat Pengukur Kecepatan Angin (anemometer)

Leave a Comment

Angin merupakan udara yang bergerak ke seluruh penjuru karena adanya perbedaan tekanan udara di suatu tempat dengan tempat lain. Dengan adanya pergerakan udara di atmosfer ini maka terjadi distribusi partikel di udara, baik partikel kering (asap, debu, dll) maupun partikel basah seperti uap air. Pengukuran angin permukaan merupakan pengukuran arah dan kecepatan angin yang terjadi dipermukaan bumi dengan ketinggian antara 0.5 sampai 10 meter.

Anemometer digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan digunakan untuk mengukur arah, alat ini biasanya sering digunakan oleh balai cuaca. Anemometer berasal dari kata Yunani anemos yang berarti angin. muncul pada tahun 1450 oleh seseorang berkewarganegaraan Italia Leon Battista Alberti.

Jenis anemometer menurut kecepatan terdiri dari :
•Anemometer piala
•Anemometer kincir angin
•Anemometer laser Doppler
•Anemometer sonik
•Anemometer bola pingpong
•Anemometer hot-wire
Jenis anemometer mnurut tekanan terdiri dari :
•Anemometer piring
•Anemometer tabung

ada 3 tipe Anemometer :

a. Anemometer dengan tiga atau empat mangkok
Terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin.

b. Anemometer propeler
Anemometer ini hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya pada mangkok yang terpasang pada poros horizontal.

c. Anemometer tabung bertekanan.
Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Dilapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat.

Prinsip kerja Anemometer

Prinsipnya pada saat alat tertiup oleh angin, maka mangkok atau baling-baling akan bergerak sesuai dengan arah angin. Kecepatan baling-baling atau mangkok tersebut tentu akan semakin cepat jika kecepatan angin semakin besar dan melambat jika kecepatan angin menurun. Kecepatan angin tersebut dapat diketahui dari jumlah putaran baling-baling setiap detik. Karena dampak dari pengukuran kecepatan angin ini sangatlah besar, maka setiap pengukurannya harus dijamin keakuratannya. Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya.




Sipil, Teknik Sipil , Civil Engineer , Civil Engineering
Pembangunan , Kuliah Sipil , Pelajaran Teknik Sipil , Vancivil -

0 komentar:

Post a Comment